• Jl. By Pass Ngurah rai
  • (0361) 720498, WA Center +6285826262022
  • [email protected] / [email protected] https://bali.brmp.pertanian.go.id
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
3 dilihat       10 September 2026

Padi PM AAS Klungkung Tumbuh Baik, Serangan Hama dan Penyakit di Subak Gembalan Terkendali

Klungkung, 9 September 2026 – Pertumbuhan tanaman padi pada lokasi penerapan PM AAS Klungkung di Subak Gembalan, Desa Selat, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, menunjukkan kondisi yang cukup baik. Memasuki umur 35 hari setelah tanam (HST), pertanaman terus mendapatkan pemantauan secara intensif, khususnya terhadap potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
 
Penyuluh pertanian pendamping Subak Gembalan, I Ketut Surya, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan serangan lalat Hydrellia serta gejala penyakit yang disebabkan oleh jamur. Meski demikian, tingkat serangan masih tergolong rendah, yakni kurang dari 10 persen.
“Serangan masih relatif rendah sehingga belum memberikan dampak yang berarti terhadap kondisi pertanaman secara keseluruhan,” ujar I Ketut Surya.
 
Sebagai langkah antisipasi, petani bersama penyuluh telah melakukan penanganan terhadap tanaman yang terdampak melalui penyemprotan. Pengendalian dilakukan sedini mungkin untuk menekan perkembangan OPT sekaligus mencegah penyebaran ke areal pertanaman lainnya.
 
Selain pengendalian OPT, pada pertanaman padi juga telah dilakukan aplikasi silika. Dalam budidaya padi, silika berperan dalam mendukung kekuatan jaringan tanaman, termasuk membantu memperkuat batang dan daun serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai tekanan lingkungan. Pengaplikasiannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman, rekomendasi teknis, dan prinsip budidaya yang baik.
 
Pemantauan pada umur 35 HST menjadi bagian penting dalam pengelolaan tanaman padi karena tanaman sedang berada pada fase vegetatif aktif. Pada fase ini, pertumbuhan anakan, perkembangan perakaran, kecukupan unsur hara, ketersediaan air, serta keberadaan hama dan penyakit perlu diamati secara rutin.
 
Deteksi dini memungkinkan petani dan penyuluh mengambil tindakan secara tepat sebelum serangan berkembang hingga melewati ambang yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.
 
Kondisi pertanaman di Subak Gembalan sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara petani dan penyuluh dalam melakukan pengamatan lapangan. Pengendalian OPT tidak semata-mata mengandalkan penggunaan pestisida, tetapi perlu mengutamakan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), melalui pengamatan rutin, identifikasi penyebab serangan, penerapan teknik budidaya yang tepat, serta penggunaan sarana pengendalian secara bijaksana sesuai kebutuhan.
 
Pendampingan kegiatan PM AAS Klungkung diharapkan dapat mendorong penerapan budidaya padi yang semakin efektif, efisien, dan berkelanjutan. Tingkat serangan OPT yang masih berada di bawah 10 persen menjadi momentum untuk terus memperkuat pengamatan dan pemeliharaan tanaman agar kesehatan pertanaman tetap terjaga hingga memasuki fase generatif.
 
Dengan sinergi antara petani, penyuluh, dan para pemangku kepentingan pertanian, pertanaman padi di Subak Gembalan diharapkan dapat terus tumbuh optimal hingga panen.
 
Keberhasilan budidaya padi tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan petani dalam membaca kondisi tanaman dan mengambil keputusan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan.
 
I Made Londra dan Sudarmini
Prev Next

- Admin


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Bali Dorong Penerapan PM-AAS di Buleleng dengan Bantuan Benih dan Alat Tanam Tabela
    21 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Kepala BRMP Bali Dampingi Komisi IV DPR RI Kunjungan Kerja ke BBVet Denpasar
    20 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    BRMP Bali Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Perbenihan Perkebunan di Kabupaten Jembrana
    19 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Monev PITER Tahap I Kabupaten Jembrana Dorong Peningkatan LTT dan IP
    19 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Pengamatan Bawang Putih di Sidakarya, Pertumbuhan Tanaman Terpantau Baik
    18 Sep 2026 - By Admin

tags

advance agriculture system aplikasi silika padi brmp bali desa selat hydrellia dan silika padi i ketut surya i made londra kabupaten klungkung kecamatan klungkung kementerian pertanian lalat hydrellia pht tanaman padi pm-aas klungkung subak gembalan sudarmini

Kontak

(0361) 720498, WA Center +6285826262022
(0361) 720498
[email protected] / [email protected] https://bali.brmp.pertanian.go.id

JL. By Pass Ngurah Rai Gang Pertanian Nomor 1A Pesanggaran, Denpasar Selatan, kota Denpasar 80222, Bali Indonesia

 

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali. All Right Reserved